
Kotawaringin Timur – Terjadi peristiwa karhutla (kebakaran hutan dan lahan) seluas 6 hektar di lahan gambut wilayah Kecamatan Teluk Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (15/01). Kini, masih ada titik kebakaran yang belum dapat dipadamkan akibat minimnya sumber air dan tak ada akses jalan darat.
Lokasi kebakaran tepatnya terjadi di lahan kosong pada jalan provinsi Ujung Pandaran menuju RT.04 Kelurahan Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim pada siang hari sekitar pukul 12.25 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotim Multazam, menerangkan karhutla terjadi berawal adanya aktivitas masyarakat. kondisi cuaca panas dan angin kencang membuat api merembet cepat ke sekitar lahan tersebut.
“Lokasinya berada pada vegetasi lahan gambut. Penyebab kebakaran karena adanya aktivitas masyarakat yang menyebabkan terjadi karhutla. Pada saat kejadian, angin meniup cukup kencang sehingga api semakin menyebar dan menghasilkan asap tebal,” ujarnya.
Multazam menerangkan kondisi kemarau di daerah tersebut membuat sumber air menjadi minim. Tim hanya bisa melakukan pemadaman pada segmen atau titik-titik yang dapat dijangkau.
“Lokasi kebakarannya berada pada titik minim sumber air, mengingat sedang kondisi kemarau,” ungkapnya.



